Senin, 24 September 2018

AUTOBIOGRAFI



Assalamu’alaikum Wr.Wb . Nama saya Novi Apik Pratiwi Putri, bisa dipanggil Apik atau Afikah. Nama panggilan Afikah berawal mula dari teman saya di SMA, mungkin karena nama panggilan afikah berbeda dari yang lain. Ayah saya bernama Singgih Hadi Purnomo dan Ibu saya bernama Riska Wirantika. Saya anak pertama dari tiga bersaudara. Saya mempunyai dua adik laki-laki, yang pertama bernama Yusuf Satria Yudha dan yang kedua bernama Syaban Purnama Jati. Yusuf sekarang duduk di kelas 3 SMA dan Syaban duduk di kelas 5 SD.
Saya lahir di kota Bogor tepatnya di rumah bersalin enida kota Dramaga-Bogor pada hari Selasa, tanggal 18 november 1997. Nama saya memiliki arti Novi itu artinya “perempuan yang lahir di bulan November”, Apik “kepribadian bagus/baik”, Pratiwi itu diberi nama oleh nenek saya sebagai marga dari keluarga besar nya, putri “gadis cantik”. Jadi keseluruhan artinya adalah wanita cantik yang memiliki kepribadian bagus.
Saya dilahirkan dari keluarga yang sederhana, ayah saya bekerja sebagai POLRI, sedangkan Ibu saya sebagai ibu rumah tangga. Walaupun pendapatannya tak sebesar pendapatan perwira tapi saya sangat bersyukur kepada kedua orang tua saya, karena mereka sudah mempunyai pekerjaan yang halal, dan bisa membiayai sekolah saya serta adik-adik saya hingga kuliah. Kedua Orang tua saya selalu mendidik kami dengan baik dan penuh kasih sayang, serta selalu mengajarkan berbagai hal positif terutama tentang agama. Ayah saya selalu menasehati supaya saya tidak lupa sholat 5 waktu, mengaji, serta berbagai aktivitas yang berhubungan dengan ajaran islam. Di rumah saya terdapat 5 penghuni rumah, diantaranya saya, dua adik saya saya, Ayah, dan Ibu saya.
Hobi saya adalah menari. Awal mula saya senang menari ya mungkin turunan dari ibu saya karena ibu saya dulu sering mengikuti lomba menari. Dari kecil saya belajar menari sendiri (autodidak) lalu mengikuti acara tari mulai dari acara 17 agustus, pentas seni di sekolah atau pun acara pernikahan. Saya masuk sanggar tari sejak SMA walaupun telat tapi tidak merubah skill saya sebagai penari. Prestasi yang sudah saya raih sebagai seorang penari adalah mendapatkan juara 3 dalam ujian tari di sanggar tari saya dan mendapat kesempatan  mengikuti acara karnaval dalam rangka ulang tahun Bandung dan saya ikut serta membawa nama kabupaten Bogor.
Pengalaman saya saat duduk dibangku sekolah dasar, saya bersekolah di SD N 03 Wangon. Dulunya saya sekolah di SD N Panaragan Kidul 02 tapi hanya berjalan 1 tahun karena keinginan saya untuk pindah sekolah di jawa. Tepatnya di Wangon, saya tinggal bersama kakek dan nenek saya. Saya sangat ingat sekali saat saya sekolah sd saya selalu jalan kaki dari rumah ke sekolah karena jarak nya tidak begitu jauh, dulu saat pertama kali masuk kelas 2 sd saya sangat malu karena namanya orang baru pasti masih harus beradaptasi dengan lingkungan nya. Teman-teman saya berbicara menggunakan bahasa jawa sedangkan saya bahasa Indonesia, kadang saya tidak mengerti apa yang mereka bicarakan sampai pelajaran bahasa jawa pun nilai saya kurang memuaskan. Sampai kelas 6 sd saya selalu berangkat dengan berjalan kaki. Tepat saat kelas 6 saat itu saya melaksanakan ujian nasional, walau sempat was-was tapi saya optimis akan lulus. Alhamdulillah saya lulus sd dengan nilai yang memuaskan.
Akhirnya setelah lulus sekolah dasar pada tahun 2009, saya melanjutkan sekolah yang lebih tinggi pada tahun tersebut. Saya memilih melanjutkan di SMP N 2 CIBUNGBULANG. Saya memilih kembali lagi ke Bogor karena saya ingin berkumpul dengan ayah dan ibu say. Pada hari pertama saya masuk, saya sangat canggung dikarenakan jumlah siswa yang lebih dari 600 orang tentunya memiliki karakter dan tingkah laku yang beragam. Saat itu saya benar-benar mencari teman baru lagi, lalu pertama saya kenal dengan teman baru saya yang bernama Siti Mardianti dia satu bangku dengan saya. Saya sangat akrab sekali dengan nya. Tetapi kelas 8 saya tidak sekelas dengan nya,walaupun tidak sekelas tetapi saya dengan dia masih menjaga komunikasi. Setelah kelas 9 smp adalah penentuan kelulusan, saya benar-benar cemas karena persyaratan kelulusan yang ketat dan mata pelajarannya pun agak banyak dari sd. Maka dari itu sebelum saya masuk dibangku kelas 9 saya sudah mempersiapkan materi yang akan digunakan untuk ujian nasional. Maka tepat hari intinya saya sudah siap untuk mengerjakan ujian nasional. Alhamdulillah saya lulus SMP dengan nilai yang memuaskan.
Setelah lulus SMP pada tahun 2013, saya melanjutkan sekolah SMA pada tahun tersebut. Saya memilih melanjutkan di SMA N 1 CIBUNGBULANG, sebelumnya saya ingin bersekolah di SMA 5 Bogor tetapi karena terbatasnya kendaraan dan jaraknya lumayan jauh. Akhirnya saya memilih yang dekat saja, yang kedua karena ibu saya menyuruh saya sekolah disitu. Pada angkatan saya, SMA saya sangat maju sekali. Dari kejuaraan perlombaan, mulai dari ekskul pmr, paskibra, pramuka, dll. Saya sangat bangga sekali karena pada angkatan saya sekolah saya lebih bagus.
Pada tahun 2015 bulan April di kelas tiga SMA saya melaksanakan ujian nasional (UN) tepatnya pada tanggal 15 April 2015. Saya ketakutan menghadapi ujian ini, karena ini merupakan ujian yang menentukan masa depan saya. oleh itu saya sangat bersungguh-sungguh saat belajar. Saya kurangi berpergian dengan teman-teman, mengurangi kegiatan yang tidak penting juga. Karena saya tidak ingin mengecewakan kedua orang tua saya yang telah bersusah payah menyekolahkan saya sampai sekarang. Yang selalu menyayangi dan memberikan yang terbaik untuk anaknya. Maka dari itu saya harus memberikan yang terbaik untuk mereka, terutama pada ibu yang telah mengandung saya selama 9 bulan dengan mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan anaknya. Yang telah menyusui dan membesarkan saya dengan penuh kasih sayang. Yang mana sampai saat ini saya tidak akan bisa membalas semua itu. Tapi saya akan lakukan yang terbaik untuk membalas semua jasa yang telah diberikan kepada saya dan saya anggap jasa yang telah diberikan selama ini kepada saya merupakan hutang yang harus saya lunasi kepadanya.
Setelah ujian nasional selesai diselenggarakan, Pada tanggal 15 mei 2015. Yang mana pada hari  itu kelulusan saya diumumkan lewat sebuah amplop dari sekolah. Sebelum saya menerima amplop tersebut saya berdo’a di dalam hati agar diberi kelulusan dengan nilai yang sesuai kemampuan saya. Saya merasa takut, cemas namun saya penasaran untuk membukanya, jantung saya mulai berdebar kencang. Setelah saya buka amplopnya, alhamdulillah tertulis bahwa saya dinyatakan lulus. Saya sangat bersyukur sekali,lalu saya bersujud syukur, dan menangis bahagia. Setelah itu setelah kelulusan, saya sangat ingin sekali kuliah. Saya mencoba mendaftar SNMPTN dan SBMPTN, tetapi saya tidak lolos. Setelah itu saya mendapat info dari tante saya, dan mengajak saya untuk mendaftar di Universitas PGRI Semarang. Kebetulan Ayah saya menyetujui saya sekolah diluar kota, lalu saya dan tante saya mendaftar melalui online, dan seminggu kemudian saya diantar tante saya mengikuti tes tertulis langsung di kampus universitas pgri semarang. Waktu itu saya memilih jurusan pendidikan bahasa dan sastra indonesia dan pilihan kedua Bimbingan dan konseling. Alhamdulillah saya diterima di jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di Universitas PGRI Semarang. Tepat sekali sesuai keinginan ayah saya, karena ayah saya ingin saya menjadi seorang guru terutama guru bahasa indonesia.
Sekarang saya tinggal indekos tentu membuat saya dan kedua orang tua saya terpisah oleh jarak dan waktu. Tapi walaupun begitu saya selalu mendoakan yang terbaik kepada orang tua saya, agar selalu diberi kesehatan sampai saya sukses kelak. Indekos saya berada cukup dekat dengan kampus saya. Tepatnya di Jalan Hiri Raya Hiri IV no 11. Setelah mulai ada kegiatan sebelum aktif perkuliahan, ada satu kegiatan itu yaitu PIESQ dan PEKKA. Pada saat kegiatan PIESQ yang diadakan di Universitas PGRI Semarang di sana saya mendapatkan banyak sekali ilmu dan pengalaman yang menarik. Terutama karakter yang ada didalam diri kita. Setelah kegiatan PIESQ lalu dilanjutkan dengan acara PEKKA kepanjangan dari Pengenalan Kehidupan Kampus. Pada kegiatan pekka , kami dikenalkan berbagai kegiatan di universitas pgri, mulai dari ukm, tempat ruangan yang akan menjadi tempat kami kuliah, dll.
Semoga saja saya disini nyaman dengan suasana yang baru tentunya dan dijauhkan dari hal negatif, dan tentunya saya tidak ingin mengecewakan kedua orangtua saya. Sekali lagi saya berterima kasih kepada orang tua saya, Ibu dan ayah saya yang selalu mendoakan saya. Saya akan terus bersyukur dan bekerja keras demi sebuah kesuksesan saya dari sekarang dan untuk masa yang akan datang. Wassalamu’alaikum wr. Wb



Tidak ada komentar:

Posting Komentar