Assalamu’alaikum
Wr.Wb . Nama saya Novi Apik Pratiwi Putri, bisa dipanggil Apik atau Afikah. Nama panggilan Afikah berawal mula dari
teman saya di SMA, mungkin karena nama panggilan afikah berbeda dari yang lain.
Ayah saya bernama Singgih Hadi Purnomo dan Ibu saya bernama Riska Wirantika.
Saya anak pertama dari tiga bersaudara.
Saya
mempunyai dua adik laki-laki, yang pertama bernama Yusuf Satria Yudha dan yang
kedua bernama Syaban Purnama Jati. Yusuf sekarang duduk di kelas 3 SMA dan Syaban duduk di
kelas 5 SD.
Saya
lahir di kota Bogor tepatnya di rumah bersalin enida kota Dramaga-Bogor pada
hari Selasa, tanggal 18 november 1997. Nama
saya memiliki arti Novi itu artinya “perempuan yang lahir di bulan November”,
Apik “kepribadian bagus/baik”, Pratiwi itu diberi nama oleh nenek saya sebagai
marga dari keluarga besar nya, putri “gadis cantik”. Jadi keseluruhan artinya
adalah wanita cantik yang memiliki kepribadian bagus.
Saya
dilahirkan dari keluarga yang sederhana, ayah saya bekerja sebagai POLRI, sedangkan Ibu saya sebagai ibu rumah tangga.
Walaupun pendapatannya tak sebesar
pendapatan perwira tapi saya sangat bersyukur kepada
kedua orang tua saya, karena mereka sudah mempunyai pekerjaan yang halal, dan
bisa membiayai sekolah saya serta adik-adik
saya hingga kuliah. Kedua Orang tua saya selalu mendidik kami dengan baik dan
penuh kasih sayang, serta selalu mengajarkan berbagai hal positif terutama
tentang agama. Ayah saya selalu menasehati supaya saya tidak lupa sholat 5
waktu, mengaji, serta
berbagai aktivitas yang berhubungan dengan ajaran islam. Di rumah saya terdapat 5
penghuni rumah, diantaranya saya, dua
adik saya saya, Ayah, dan Ibu saya.
Hobi
saya adalah menari. Awal mula saya
senang menari ya mungkin turunan dari ibu saya karena ibu saya dulu sering
mengikuti lomba menari. Dari kecil saya belajar menari sendiri (autodidak) lalu
mengikuti acara tari mulai dari acara 17 agustus, pentas seni di sekolah atau
pun acara pernikahan. Saya masuk sanggar tari sejak SMA walaupun telat tapi
tidak merubah skill saya sebagai
penari. Prestasi yang sudah saya raih sebagai seorang penari adalah mendapatkan
juara 3 dalam ujian tari di sanggar tari saya dan mendapat kesempatan mengikuti acara karnaval dalam rangka ulang
tahun Bandung dan saya ikut serta membawa nama kabupaten Bogor.
Pengalaman
saya saat duduk dibangku sekolah dasar, saya bersekolah di SD N 03 Wangon. Dulunya saya sekolah di SD N Panaragan Kidul 02 tapi hanya berjalan
1 tahun karena keinginan saya untuk pindah sekolah di jawa. Tepatnya di Wangon,
saya tinggal bersama kakek dan nenek saya. Saya sangat
ingat sekali saat saya sekolah sd
saya selalu jalan kaki dari rumah ke sekolah karena jarak nya tidak begitu
jauh, dulu saat pertama kali masuk kelas 2 sd saya sangat malu karena namanya
orang baru pasti masih harus beradaptasi dengan lingkungan nya. Teman-teman
saya berbicara menggunakan bahasa jawa sedangkan saya bahasa Indonesia, kadang
saya tidak mengerti apa yang mereka bicarakan sampai pelajaran bahasa jawa pun
nilai saya kurang memuaskan. Sampai kelas 6 sd
saya selalu berangkat dengan berjalan
kaki. Tepat saat kelas 6 saat itu saya melaksanakan
ujian nasional, walau sempat was-was tapi saya optimis akan lulus.
Alhamdulillah saya lulus sd dengan nilai yang memuaskan.
Akhirnya
setelah lulus sekolah dasar pada tahun 2009, saya melanjutkan sekolah yang
lebih tinggi pada tahun tersebut. Saya memilih melanjutkan di SMP N 2 CIBUNGBULANG. Saya memilih kembali lagi ke Bogor karena saya ingin berkumpul dengan
ayah dan ibu say. Pada hari pertama saya masuk, saya
sangat canggung dikarenakan jumlah siswa yang lebih dari 600
orang tentunya memiliki karakter dan tingkah laku yang beragam. Saat itu saya
benar-benar mencari teman baru lagi, lalu pertama saya kenal dengan teman baru
saya yang bernama Siti Mardianti dia satu
bangku dengan saya. Saya sangat
akrab sekali dengan nya. Tetapi kelas 8 saya tidak sekelas dengan nya,walaupun
tidak sekelas tetapi saya dengan dia masih menjaga komunikasi. Setelah kelas 9
smp adalah penentuan kelulusan, saya benar-benar cemas karena persyaratan
kelulusan yang ketat dan mata pelajarannya pun agak banyak dari sd. Maka dari
itu sebelum saya masuk dibangku kelas 9 saya sudah mempersiapkan materi yang
akan digunakan untuk ujian nasional. Maka tepat hari intinya saya sudah siap
untuk mengerjakan ujian nasional. Alhamdulillah saya lulus SMP dengan nilai
yang memuaskan.
Setelah
lulus SMP pada tahun 2013, saya melanjutkan sekolah SMA pada tahun tersebut.
Saya memilih melanjutkan di SMA N 1
CIBUNGBULANG, sebelumnya saya ingin bersekolah di
SMA 5 Bogor tetapi karena
terbatasnya kendaraan dan jaraknya lumayan jauh. Akhirnya saya memilih yang
dekat saja, yang kedua karena ibu saya menyuruh saya sekolah disitu. Pada
angkatan saya, SMA saya sangat maju sekali. Dari kejuaraan perlombaan, mulai
dari ekskul pmr, paskibra,
pramuka, dll. Saya sangat bangga sekali karena pada angkatan saya sekolah saya
lebih bagus.
Pada
tahun 2015 bulan April di kelas tiga SMA saya melaksanakan ujian nasional (UN)
tepatnya pada tanggal 15 April 2015. Saya ketakutan menghadapi ujian ini,
karena ini merupakan ujian yang menentukan masa depan saya. oleh itu saya
sangat bersungguh-sungguh saat belajar. Saya kurangi berpergian dengan
teman-teman, mengurangi kegiatan yang tidak penting juga. Karena saya tidak
ingin mengecewakan kedua orang tua saya yang telah bersusah payah menyekolahkan
saya sampai sekarang. Yang selalu menyayangi dan memberikan yang terbaik untuk
anaknya. Maka dari itu saya harus memberikan yang terbaik untuk mereka,
terutama pada ibu yang telah mengandung saya selama 9 bulan dengan
mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan anaknya. Yang telah menyusui dan
membesarkan saya dengan penuh kasih sayang. Yang mana sampai saat ini saya
tidak akan bisa membalas semua itu. Tapi saya akan lakukan yang terbaik untuk
membalas semua jasa yang telah diberikan kepada saya dan saya anggap jasa yang
telah diberikan selama ini kepada saya merupakan hutang yang harus saya lunasi
kepadanya.
Setelah
ujian nasional selesai diselenggarakan, Pada tanggal 15 mei 2015. Yang mana
pada hari itu kelulusan saya diumumkan lewat sebuah amplop dari
sekolah. Sebelum saya menerima amplop tersebut saya berdo’a di dalam hati agar
diberi kelulusan dengan nilai yang sesuai kemampuan saya. Saya merasa takut,
cemas namun saya penasaran untuk membukanya, jantung saya mulai berdebar
kencang. Setelah saya buka amplopnya, alhamdulillah tertulis bahwa saya
dinyatakan lulus. Saya sangat bersyukur sekali,lalu saya bersujud syukur, dan
menangis bahagia. Setelah itu setelah kelulusan, saya sangat ingin sekali
kuliah. Saya mencoba mendaftar SNMPTN dan SBMPTN, tetapi saya tidak lolos. Setelah
itu saya mendapat info dari tante saya, dan
mengajak saya untuk mendaftar di Universitas PGRI Semarang. Kebetulan Ayah saya
menyetujui saya sekolah diluar kota, lalu saya dan tante saya mendaftar melalui online, dan seminggu kemudian
saya diantar tante saya
mengikuti tes tertulis langsung di kampus universitas pgri semarang. Waktu itu
saya memilih jurusan pendidikan bahasa dan sastra indonesia dan pilihan kedua
Bimbingan dan konseling. Alhamdulillah saya
diterima di jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di Universitas PGRI Semarang.
Tepat sekali sesuai keinginan ayah saya, karena ayah saya ingin saya menjadi
seorang guru terutama guru bahasa indonesia.
Sekarang
saya tinggal indekos tentu membuat saya dan kedua orang tua saya terpisah oleh
jarak dan waktu. Tapi walaupun begitu saya selalu mendoakan yang terbaik kepada
orang tua saya, agar selalu diberi kesehatan sampai saya sukses kelak. Indekos
saya berada cukup dekat dengan kampus saya. Tepatnya di Jalan Hiri Raya Hiri IV
no 11. Setelah mulai ada kegiatan sebelum aktif perkuliahan, ada satu kegiatan
itu yaitu PIESQ dan PEKKA. Pada saat kegiatan PIESQ yang diadakan di
Universitas PGRI Semarang di
sana
saya mendapatkan banyak sekali ilmu dan pengalaman yang menarik. Terutama
karakter yang ada didalam diri kita. Setelah kegiatan PIESQ lalu dilanjutkan
dengan acara PEKKA kepanjangan dari Pengenalan Kehidupan Kampus. Pada kegiatan
pekka , kami dikenalkan berbagai kegiatan di universitas pgri, mulai dari ukm,
tempat ruangan yang akan menjadi tempat kami kuliah, dll.
Semoga
saja saya disini nyaman dengan suasana yang baru tentunya dan dijauhkan dari hal
negatif, dan tentunya saya
tidak ingin mengecewakan kedua orangtua saya. Sekali lagi saya berterima kasih
kepada orang tua saya, Ibu dan ayah saya yang selalu mendoakan saya. Saya akan
terus bersyukur dan bekerja keras demi sebuah kesuksesan
saya dari sekarang dan untuk masa yang akan datang. Wassalamu’alaikum wr. Wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar