Oleh: Novi Apik Pratiwi Putri
Tepatnya
pada tanggal 10 November adalah Hari Pahlawan Nasional. Dimana kita sebagai
para penerus bangsa harus mengenang perjuangan para pahlawan yang telah gugur
dengan jasa-jasa mereka.
Pahlawan
indonesia yaitu Abdul Haris Nasution, Adnan Kapau Gani, Agus Salim, Pangeran
Antasari (pada mata uang 2000 rupiah), Bung Tomo, Cuk Nyak Dhien (pada mata
uang 10.000 rupiah), Fatmawati, Hamengkubuwono IX, R.A Kartini, Pakubuwono X,
Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Muhammad Yamin, Sisingamangaraja XII (pada
mata uang 1000 rupiah), Sudirman, Albertus Soegijapranata, Sukarno, Tan Malaka,
Urip Sumoharjo, dsb.
Menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan merupakan orang yang menonjol karena
keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran-kebenaran. Pahlawan jika
kita lihat lagi, mereka benar-benar menjadikan sesuatu yang mereka perjuangkan
itu dijadikan prioritas tidak hanya asal dalam menuju medan perang. Semua itu
butuh proses dan pengorbananan yang panjang bahkan bisa menjadi akhir hidup
mereka. Kita memang benar-benar kagum dengan para pahlawan yang telah berjasa
ini, kadang kala kita ingin seperti mereka.
Semasa
kecil jika kita lihat pahlawan-pahlawan di dunia kartun itu memang sangat menarik,
tatkala kita pun ingin seperti itu. Tapi jika di dunia nyata pahlawan bagi kita
itu adalah orang tua kita sendiri yang telah berjasa memperjuangkan kita,
menasehati kita, menyayangi kita,
memberi arahan yang baik, dan menjadi segalanya dalam hidup kita
sendiri. Menjadi seorang pahlawan tidak hanya membela negara ataupun berkorban
dan menghadapi perang tetapi menjadi seorang pahlawan itu bisa apa saja yang
jelas dalam melakukan hal-hal positif.
Kita
lihat pahlawan-pahlawan bangsa yang telah berjasa kepada negaranya sendiri.
Ketika pada masa itu kita melawan Belanda dari pasukan sekutu dengan tujuan
Kemerdekaan Indonesia. Sebagai memori pertempuran, 10 November selalu dirayakan
setiap tahun sebagai Hari Pahlawan. Pertempuran di Surabaya adalah salah satu
pertempuran yang terjadi di negara kita selama memperjuangkan Kemerdekaan
Indonesia. Mereka mengorbankan diri mereka, darah mereka dan kehidupan
mereka.
Tetapi
pada zaman modern ini sayangnya para pemuda sekarang itu hanya ingin yang
praktis kadang tidak ada perjuangannya, harusnya para pemuda pada zaman
sekarang ini bisa mencontoh pahlawan yang dulu pernah berjuang demi negara
tercinta ini. Juga harus banyak membaca buku-buku pahlawan atau buku tentang
ilmu pengetahuan lainnya. Sebagai mahasiswa kita juga harus menjadi pahlawan.
Pahlawan dalam arti memjadi manusia yang berguna dan bermanfaat bagi nusa dan
bangsa dan juga bagi masa depan kelak. Hal ini juga menjadi pemicu mahasiswa
untuk membangkitkan rasa semangat dan mendalam agar tumbuh di dalam jiwa dan
raga kita. Karena peran penting pemuda telah tercatat dalam sejarah perjuangan
bangsa Indonesia yang terdapat pada Sumpah Pemuda.
Lalu
kita sebagai mahasiswa hilangkan rasa malas, karena zaman modern ini semakin
saja canggih dalam hal teknologi. Pintar-pintarlah menggunakan teknologi,
manfaatkan sebaik mungkin. Jangan menyalah gunakan teknologi yang ada, jangan
biarkan teknologi menjadi bagian hidupmu karena teknologi tidak akan membawamu
terus menerus sampai akhir hayat. Tetapi ilmulah yang akan terus ada hingga
akhir hayatmu kelak.
Hidup
ini terus berjalan, para pahlawan yang telah berjuang pun memanfaatkan hidup
mereka dengan sebaik mungkin. Semangat patriotisme dan nasionalisme kita harus
membara seperti Kemerdekaan Indonesia ini. Mahasiswa yang mengerti akan hal-hal
seperti ini pasti tahu apa yang akan mereka lakukan. Menjadi generasi muda yang
memiliki karakter berbangsa dan bernegara harus memiliki mental dan kekuatan
moral, kontrol sosial dalam menghadapi apapun nantinya. Pemuda pun harus berperan
aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan menjadi agen perubahan dalam
aspek pembangunan bangsa ini. Dalam mewujudkan aspek diri kita tersebut, kita
juga harus mengembangkan diri kita kemampuan kita yang kita miliki untuk
membangun bangsa menjadi yang lebih baik.
Makna
dari Hari Kepahlawanan ini adalah kita sebagai generasi penerus bangsa walau
kita tidak mengalami hal pertumpah darahan. Kita harus tetap menghargai
jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur. Caranya dengan membangun negara kita
ini Indonesia menjadi yang terbaik dan bisa memajukan Indonesia ini menjadi
negara yang patut di contoh dan menjadikan lebih baik lagi dari sebelumnya.
Generasi penerus bangs ini adalah pemuda yang hebat yang berperan aktif dalam
segi kegiatannya. Rasa tulus yang dimiliki seseorang untuk melanjutkan
perjuangan pahlawan terdahulu adalah benar-benar manusia yang memiliki pola
pikir yang baik dan cerdas. Meneruskan generasi yang memuaskan bangsa ini juga
tidak perlu dalam melawan musuh jajahan. Tapi kita bisa melakukan dengan hal
yang positif, misalnya saja dengan belajar yang tekun agar bisa memiliki bekal
yang baik, otak yang cerdas dan ide-ide cemerlang kelak nantinya untuk bangsa
negara Indonesia.
NOVI APIK PRATIWI PUTRI
15410256/3F
Tidak ada komentar:
Posting Komentar