Senin, 05 Desember 2016

Generasi Penerus Pahlawan

Oleh: Novi Apik Pratiwi Putri

           
            Tepatnya pada tanggal 10 November adalah Hari Pahlawan Nasional. Dimana kita sebagai para penerus bangsa harus mengenang perjuangan para pahlawan yang telah gugur dengan jasa-jasa mereka.
            Pahlawan indonesia yaitu Abdul Haris Nasution, Adnan Kapau Gani, Agus Salim, Pangeran Antasari (pada mata uang 2000 rupiah), Bung Tomo, Cuk Nyak Dhien (pada mata uang 10.000 rupiah), Fatmawati, Hamengkubuwono IX, R.A Kartini, Pakubuwono X, Mohammad Hatta, Mohammad Natsir, Muhammad Yamin, Sisingamangaraja XII (pada mata uang 1000 rupiah), Sudirman, Albertus Soegijapranata, Sukarno, Tan Malaka, Urip Sumoharjo, dsb.
            Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan merupakan orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran-kebenaran. Pahlawan jika kita lihat lagi, mereka benar-benar menjadikan sesuatu yang mereka perjuangkan itu dijadikan prioritas tidak hanya asal dalam menuju medan perang. Semua itu butuh proses dan pengorbananan yang panjang bahkan bisa menjadi akhir hidup mereka. Kita memang benar-benar kagum dengan para pahlawan yang telah berjasa ini, kadang kala kita ingin seperti mereka.
            Semasa kecil jika kita lihat pahlawan-pahlawan di dunia kartun itu memang sangat menarik, tatkala kita pun ingin seperti itu. Tapi jika di dunia nyata pahlawan bagi kita itu adalah orang tua kita sendiri yang telah berjasa memperjuangkan kita, menasehati kita, menyayangi kita,  memberi arahan yang baik, dan menjadi segalanya dalam hidup kita sendiri. Menjadi seorang pahlawan tidak hanya membela negara ataupun berkorban dan menghadapi perang tetapi menjadi seorang pahlawan itu bisa apa saja yang jelas dalam melakukan hal-hal positif.
            Kita lihat pahlawan-pahlawan bangsa yang telah berjasa kepada negaranya sendiri. Ketika pada masa itu kita melawan Belanda dari pasukan sekutu dengan tujuan Kemerdekaan Indonesia. Sebagai memori pertempuran, 10 November selalu dirayakan setiap tahun sebagai Hari Pahlawan. Pertempuran di Surabaya adalah salah satu pertempuran yang terjadi di negara kita selama memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia. Mereka mengorbankan diri mereka, darah mereka dan kehidupan mereka.  
            Tetapi pada zaman modern ini sayangnya para pemuda sekarang itu hanya ingin yang praktis kadang tidak ada perjuangannya, harusnya para pemuda pada zaman sekarang ini bisa mencontoh pahlawan yang dulu pernah berjuang demi negara tercinta ini. Juga harus banyak membaca buku-buku pahlawan atau buku tentang ilmu pengetahuan lainnya. Sebagai mahasiswa kita juga harus menjadi pahlawan. Pahlawan dalam arti memjadi manusia yang berguna dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa dan juga bagi masa depan kelak. Hal ini juga menjadi pemicu mahasiswa untuk membangkitkan rasa semangat dan mendalam agar tumbuh di dalam jiwa dan raga kita. Karena peran penting pemuda telah tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang terdapat pada Sumpah Pemuda.
            Lalu kita sebagai mahasiswa hilangkan rasa malas, karena zaman modern ini semakin saja canggih dalam hal teknologi. Pintar-pintarlah menggunakan teknologi, manfaatkan sebaik mungkin. Jangan menyalah gunakan teknologi yang ada, jangan biarkan teknologi menjadi bagian hidupmu karena teknologi tidak akan membawamu terus menerus sampai akhir hayat. Tetapi ilmulah yang akan terus ada hingga akhir hayatmu kelak. 
            Hidup ini terus berjalan, para pahlawan yang telah berjuang pun memanfaatkan hidup mereka dengan sebaik mungkin. Semangat patriotisme dan nasionalisme kita harus membara seperti Kemerdekaan Indonesia ini. Mahasiswa yang mengerti akan hal-hal seperti ini pasti tahu apa yang akan mereka lakukan. Menjadi generasi muda yang memiliki karakter berbangsa dan bernegara harus memiliki mental dan kekuatan moral, kontrol sosial dalam menghadapi apapun nantinya. Pemuda pun harus berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan menjadi agen perubahan dalam aspek pembangunan bangsa ini. Dalam mewujudkan aspek diri kita tersebut, kita juga harus mengembangkan diri kita kemampuan kita yang kita miliki untuk membangun bangsa menjadi yang lebih baik.
            Makna dari Hari Kepahlawanan ini adalah kita sebagai generasi penerus bangsa walau kita tidak mengalami hal pertumpah darahan. Kita harus tetap menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur. Caranya dengan membangun negara kita ini Indonesia menjadi yang terbaik dan bisa memajukan Indonesia ini menjadi negara yang patut di contoh dan menjadikan lebih baik lagi dari sebelumnya. Generasi penerus bangs ini adalah pemuda yang hebat yang berperan aktif dalam segi kegiatannya. Rasa tulus yang dimiliki seseorang untuk melanjutkan perjuangan pahlawan terdahulu adalah benar-benar manusia yang memiliki pola pikir yang baik dan cerdas. Meneruskan generasi yang memuaskan bangsa ini juga tidak perlu dalam melawan musuh jajahan. Tapi kita bisa melakukan dengan hal yang positif, misalnya saja dengan belajar yang tekun agar bisa memiliki bekal yang baik, otak yang cerdas dan ide-ide cemerlang kelak nantinya untuk bangsa negara Indonesia.





NOVI APIK PRATIWI PUTRI

15410256/3F

Tidak ada komentar:

Posting Komentar