Pentas Jaka Tarub dan Monolog Balada Sumarah
Gedung pusat lantai 7 kembali membuat pementasan teater yang diperankan oleh mahasiswa Universitas PGRI Semarang dari ukm Teater Gema. Pementasan teater ini menarik sekali karena tidak hanya mahasiswi dari fakultas pendidikan bahasa indonesia saja yang menonton banyak dari fakultas lainnya juga.
Pentas Jaka Tarub dan Pentas Monolog Balada Sumarah sangat menarik untuk ditonton. Pada pentas yang pertama yaitu Jaka Tarub membuat saya terpukau karena pada awalnya menceritakan tentang seorang laki-laki yaitu Jaka ingin menikah karena itu adalah permintaan ibunya yang terakhir. Tetapi Jaka ingin menikah dengan seorang bidadari dari kayangan, ia bercerita kepada temannya yang bernama kang bomo mendengar cerita dari Jaka kang bomo hanya menanggapi dengan becanda. Kang bomo memberikan arahan agar Jaka mencari istri yang nyata bukan khayalan tetapi Jaka teguh pada pendiriannya, ia tetap akan mencari seorang istri bidadari. Suatu hari ketika Jaka pergi berburu ke hutan ia mendengar ada banyak sekali wanita cantik yang turun dari langit lalu mereka berbincang-bincang, Jaka yang bersembunyi di balik pohon ia sambil mendengarkan dan memperhatikan. Ketika 7 bidadari itu menuju sungai yang jernih, 7 bidadari itu melepas pakaian dan selendang mereka di atas batu tepat di sebelah Jaka Tarub. Jaka langsung mengambil salah satu selendang milik bidadari itu, ketika 7 bidadari itu selesai mandi mereka langsung mengambil pakaian dan selendang mereka masing-masing hanya ada satu bidadari yang kebingungan mencari selendangnnya yang hilang diambil Jaka Tarub. Bidadari itu menyuruh adik-adiknya untuk pulang karena sudah waktunya untuk pulang ke kayangan, adik-adiknya tidak ingin meninggalkan kakanya itu tetapi kakanya meyakini bahwa ia akan cepat kembali ke kayangan akhirnya mereka kembali pulang tanpa kakanya itu. Bidadari yang kehilangan selendang itupun langsung mencari kemana-mana selendangnya dan ia berjanji bahwa jika perempuan yang menemukan selendang itu akan dijadikan saudara tetapi jika laki-laki akan dijadikan suami. Jaka yang masih bersembunyi itu diam-diam mendengar dan ia langsung kembali kerumah untuk memberi baju peninggalan ibunya kepada bidadari itu. Setelah kembali lagi ke sungai Jaka memperkenalkan diri pada bidadari itu, nama bidadari itu adalang Nawang Wulan. Jaka langsung menagih janji yang Nawang itu buat, lalu mereka kembali kerumah Jaka dan Jaka segera mempersunting Nawang. Tiba-tiba ditengah-tengah pementasan ada 3 orang yang gendut yaitu tomo bertoto mereka membicarakan tentang pencalonan lurah, saya sebagai penonton kurang memahami apa maksud datangnya tomo bertoto itu tetapi cukup menghibur karena mereka memperlihatkan kelucuan mereka. Lalu setelah itu dilanjutkan lagi pementasan Jaka Tarub, setelah beberapa bulan Nawang Wulan hamil dan saatnya melahirkan. Nawang Wulan melahirkan anak perempuan yang diberi nama Nawang Wulan juga. Suatu hari Nawang akan mencuci pakaian di sungai lalu Jaka menjaga anaknya itu, Nawang berpesan agar Jaka mematikan api karena Nawang sedang memasak nasi tetapi Jaka tidak diperbolehakan melihat atau mengintip nasi yang sedang dimasak itu. Beberapa saat kemudian Jaka pergi ke dapur dan melihat nasi itu, Jaka pun tidak menepati janjinya yang tadi bersama Nawang Wulan. Nawang Wulan pun kembali kerumah dilihatnya ternyata nasi yang hanya sepadi tidak menjadi banyak akibat Jaka yang melihat dan melanggar janji itu. Nawang Wulan pun marah dan berkata bahwa Jaka tidak bisa menepati janji dan Nawang Wulan memberi tahu bahwa selama ini Nawang Wulan memiliki kesaktian tetapi kesaktian itu telah hilang akibat ulah Jaka Tarub. Nawang Wulan juga menemukan selendang yang dulu pernah diambil oleh Jaka Tarub ditumpukan padi, Jaka Tarub pun meminta maaf tetapi Nawang Wulan tetap akan kembali ke kayangan, anaknya ditinggal, Jaka Tarub sangat menyesali apa yang telah diperbuatnya.
Sesi kedua yaitu pementasan monolog Balada Sumarah pada pementasan ini diperankan oleh mahasiswi Universitas PGRI Semarang yang akan dibawa untuk dipentaskan di daerah Kediri. Pada pementasan ini sangat mengejutkan karena yang awalnya hanya satu kotak besar tiba-tiba muncullah seorang wanita yang memerankan monolog tersebut dia sebagai Sumarah seorang TKW dari indonesia yang dikirim ke arab untuk dijadikan babu. Sumarah sangat kesal karena sering dikucilkan akibat bapaknya seorang PKI, merasa dirinya sering diperlakukan tidak adil akhirnya Sumarah memutuskan menjadi seorang TKW di Arab, tetapi sangat disayangkan di Arab pun dia malah disiksa, dihina, dimaki, dan bahkan yang paling naas dia di perkosa oleh majikan nya sendiri. Sumarah sangat marah dan dia dendam pada majikannya, Sumarah membunuh majikannya sendiri dan kini Sumarah di bawa ke pengadilan karena bersalah atas pembunuhan tersebut. Tetapi Sumarah tidak takut bahkan dia siap jika harus sampai di hukum mati karena ia merasa dunia ini tidak adil begitupun negaranya sendiri. Pementasan drama ini benar-benar menakjubkan sampai yang menontonnya pun terkagum-kagum dengan pemeran Sumarah itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar