Universitas PGRI Semarang merayakan bulan bahasa
pada puncaknya tanggal 27 Oktober 2016 dengan tema “Bahasa dan Budaya dalam
Sinergi Nusantara”. Selama satu bulan di bulan Oktober diisi dengan lomba-lomba
yang diadakan oleh Universitas PGRI Semarang yaitu pada tanggal 11 Oktober
lomba drama komedi di Gedung Pusat Universitas PGRI Semarang, 15 Oktober acara
Kemah Sastra Bumi Perkemahan Karanggeneng , 18 Oktober lomba Stand Up Comedy
(antar mahasiswa perguruan tinggi se-Jateng) di Aula Pascasarjana Universitas
PGRI Semarang masih di hari yang sama ada Seminar Nasional di Gedung Pusat
Universitas PGRI Semarang, 19 Oktober acara UPGRIS Bersastra di Balairung
Universitas PGRI Semarang, 20 Oktober lomba pidato Bahasa Inggris, Bahasa Jawa
dan Bahasa Indonesia (Antar mahasiswa perguruan tinggi se-Jateng), 25 Oktober
acara festival lagu nusantara (Antar siswa SMA/SMK/MA se-Jateng) di Balairung Universitas
PGRI Semarang, masih dengan hari yang sama acara kedua yaitu lomba pidato
Bahasa Inggris, Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia (Antar siswa SMA/SMK/MA
se-Jateng) di Gedung Pusat Universitas PGRI Semarang, 27 Oktober puncak dari
Bulan Bahasa yaitu Festival Budaya di Balairung Universitas PGRI Semarang yang
diisi dengan acara lomba Tari Kreasi antar kelas maupun antar Progdi.
Acara
tersebut dimulai pada pukul 09.00 pagi dan selesai pada pukul 15.00 sore. Acara
dimulai dengan paduan suara yang menyanyikan lagu nasional, lalu dilanjutkan
lagi Tari Cublak-cublak Suweng yang di bawakan oleh empat mahasiswi tapi salah
satu orang itu berasal dari perancis. Seteah itu penyambutan dari Rektor
Universitas PGRI Semarang Bapak Muhdi dan disimbolkan dengan penabuhan perkusi
oleh Bapak Muhdi dan Mahasiswa yang lain. Setelah itu dilanjut dengan Lomba
Tari Kreasi terdapt 28 peserta Tari Kreasi tersebut. Satu persatu mahasiswa
menampilkan Tarian yang mereka bawakan. Sampai pada penghujung acara pengumuman
lomba Tari Kreasi dan juara pertama dimenangkan oleh progdi Pendidikan Bahasa
Daerah.
Progam Pendidikan Bahasa Daerah yang menang juara pertama
menampilkan Reog Ponorogo. Mahasiswa tersebut mampu membawa barongan yang
beratnya puluhan kilogram dan hebatnya mampu bergerak kesana kemarin tidak
jatuh bisa bertahan lama. Kostum Reog Ponorogo tersebut hasil dari peminjaman
dari pihak di suatu daerah. Mereka sengaja ingin menampilkan itu karena pasti
pada lomba tersebut ingin menampilkan yang beda yang menarik dan pasti ingin
menjadi yang terbaik.
Penampilan yang lainnya juga tak kalah menariknya
ada yang menampilkan tarian jaipong khas sunda, adapula yang menampilkan tarian
jawa, mereka beradu kemampuan untuk dipilih juri menjadi yang terbaik diantara
yang baik. Rektor Universitas PGRI Semarang Bapak Muhdi juga sangat tertarik
dan menikmati jalan nya acara tersebut. Sebelum pengumuman itu diumumkan, pembawa
acara ingin mengajak para mahasiswa untuk tari flashmop yang dipimpin oleh
mahasiswa sebagai instruktur tari dan ketika musik dinyalakan semua nya ikut
menari dan bergoyang sampai musiknya telah usai dan diulangi kembali karena itu
permintaan dari mahasiswa. Setelah selesai menari, juri langsung mengumumkan
pemenang Tari Kreasi tersebut ternyata pemenang nya ada juara 1,2,3 dan harapan
1,2,3. Ketika diumumkan yang menang sangatlah senang dan bangga. Yang kalah
ataupun yang belum menang tetap semangat dan bisa menampilkan yang terbaik
tahun depan.
Pada tanggal 28 Oktober 2016 Universitas PGRI
Semarang mengadakan acara dari UKM GEMA yaitu drama tentang peringatan Sumpah
Pemuda yang bertemakan “Ingat Pemuda Akan Bangsa”. Sumpah Pemuda “Pertama: Kami
Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah yang Satu Tanah Air Indonesia.
Kedua: Kami Putra dan Putri Indonesia Mengaku Berbangsa yang Satu, Bangsa
Indonesia. Ketiga: Kami Putra Putri Indonesia Menjunjung Bahasa Persatuan,
Bahasa Indonesia”.
Acara dimulai pada pukul 09.00 pagi dan diawali
orasi oleh anggota UKM GEMA dan mahasiswa yang mau ikut serta dalam orasi
tersebut. Orasi tersebut menyampaikan agar sebagai pemuda bangsa Indonesia harus
mempunyai sikap dan rasa Nasionalisme terhadap Bangsa Indonesia, memiliki etika
sopan santun terhadap sesama manusia, memiliki jiwa yang tinggi terhadap Nusa
dan Bangsa. Dan harus bisa menjadi generasi muda yang bisa diandalkan dan
dibanggakan. Karena masa muda itu adalah masa yang masih memiliki semangat yang
tinggi terhadap Bangsa maka dari itu pemuda Indonesia bangkitlah dan jadilah
generasi muda yang membanggakan.
Sebagai pemuda Indonesia dan sebagai penerus bangsa
maka kita harus menjadi pribadi yang cerdas, memiliki etitude, pandangan yang
baik, pikiran yang positif, akhlak dan kesopanan yang tinggi, keyakinan, dan
rasa cinta terhadap Nusa dan Bangsa. Agar Negara Indonesia ini lebih maju dan
memiliki generasi yang terbaik untuk meneruskan kehidupan Negaranya dan mempu
memimpin Negara nya kelak. Karena untuk meneruskan semangat dan rasa
Nasionalisme butuh rasa yang tulus dan kepercayaan yang tinggi terhadap apapun
yang akan dihadapinya kelak.
NOVI APIK PRATIWI PUTRI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar