Senin, 05 Desember 2016

Para Pemuda Berjuang

Universitas PGRI Semarang merayakan bulan bahasa pada puncaknya tanggal 27 Oktober 2016 dengan tema “Bahasa dan Budaya dalam Sinergi Nusantara”. Selama satu bulan di bulan Oktober diisi dengan lomba-lomba yang diadakan oleh Universitas PGRI Semarang yaitu pada tanggal 11 Oktober lomba drama komedi di Gedung Pusat Universitas PGRI Semarang, 15 Oktober acara Kemah Sastra Bumi Perkemahan Karanggeneng , 18 Oktober lomba Stand Up Comedy (antar mahasiswa perguruan tinggi se-Jateng) di Aula Pascasarjana Universitas PGRI Semarang masih di hari yang sama ada Seminar Nasional di Gedung Pusat Universitas PGRI Semarang, 19 Oktober acara UPGRIS Bersastra di Balairung Universitas PGRI Semarang, 20 Oktober lomba pidato Bahasa Inggris, Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia (Antar mahasiswa perguruan tinggi se-Jateng), 25 Oktober acara festival lagu nusantara (Antar siswa SMA/SMK/MA se-Jateng) di Balairung Universitas PGRI Semarang, masih dengan hari yang sama acara kedua yaitu lomba pidato Bahasa Inggris, Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia (Antar siswa SMA/SMK/MA se-Jateng) di Gedung Pusat Universitas PGRI Semarang, 27 Oktober puncak dari Bulan Bahasa yaitu Festival Budaya di Balairung Universitas PGRI Semarang yang diisi dengan acara lomba Tari Kreasi antar kelas maupun antar Progdi.
 Acara tersebut dimulai pada pukul 09.00 pagi dan selesai pada pukul 15.00 sore. Acara dimulai dengan paduan suara yang menyanyikan lagu nasional, lalu dilanjutkan lagi Tari Cublak-cublak Suweng yang di bawakan oleh empat mahasiswi tapi salah satu orang itu berasal dari perancis. Seteah itu penyambutan dari Rektor Universitas PGRI Semarang Bapak Muhdi dan disimbolkan dengan penabuhan perkusi oleh Bapak Muhdi dan Mahasiswa yang lain. Setelah itu dilanjut dengan Lomba Tari Kreasi terdapt 28 peserta Tari Kreasi tersebut. Satu persatu mahasiswa menampilkan Tarian yang mereka bawakan. Sampai pada penghujung acara pengumuman lomba Tari Kreasi dan juara pertama dimenangkan oleh progdi Pendidikan Bahasa Daerah.
Progam Pendidikan Bahasa Daerah yang menang juara pertama menampilkan Reog Ponorogo. Mahasiswa tersebut mampu membawa barongan yang beratnya puluhan kilogram dan hebatnya mampu bergerak kesana kemarin tidak jatuh bisa bertahan lama. Kostum Reog Ponorogo tersebut hasil dari peminjaman dari pihak di suatu daerah. Mereka sengaja ingin menampilkan itu karena pasti pada lomba tersebut ingin menampilkan yang beda yang menarik dan pasti ingin menjadi yang terbaik.
Penampilan yang lainnya juga tak kalah menariknya ada yang menampilkan tarian jaipong khas sunda, adapula yang menampilkan tarian jawa, mereka beradu kemampuan untuk dipilih juri menjadi yang terbaik diantara yang baik. Rektor Universitas PGRI Semarang Bapak Muhdi juga sangat tertarik dan menikmati jalan nya acara tersebut. Sebelum pengumuman itu diumumkan, pembawa acara ingin mengajak para mahasiswa untuk tari flashmop yang dipimpin oleh mahasiswa sebagai instruktur tari dan ketika musik dinyalakan semua nya ikut menari dan bergoyang sampai musiknya telah usai dan diulangi kembali karena itu permintaan dari mahasiswa. Setelah selesai menari, juri langsung mengumumkan pemenang Tari Kreasi tersebut ternyata pemenang nya ada juara 1,2,3 dan harapan 1,2,3. Ketika diumumkan yang menang sangatlah senang dan bangga. Yang kalah ataupun yang belum menang tetap semangat dan bisa menampilkan yang terbaik tahun depan.

Pada tanggal 28 Oktober 2016 Universitas PGRI Semarang mengadakan acara dari UKM GEMA yaitu drama tentang peringatan Sumpah Pemuda yang bertemakan “Ingat Pemuda Akan Bangsa”. Sumpah Pemuda “Pertama: Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah yang Satu Tanah Air Indonesia. Kedua: Kami Putra dan Putri Indonesia Mengaku Berbangsa yang Satu, Bangsa Indonesia. Ketiga: Kami Putra Putri Indonesia Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia”.
Acara dimulai pada pukul 09.00 pagi dan diawali orasi oleh anggota UKM GEMA dan mahasiswa yang mau ikut serta dalam orasi tersebut. Orasi tersebut menyampaikan agar sebagai pemuda bangsa Indonesia harus mempunyai sikap dan rasa Nasionalisme terhadap Bangsa Indonesia, memiliki etika sopan santun terhadap sesama manusia, memiliki jiwa yang tinggi terhadap Nusa dan Bangsa. Dan harus bisa menjadi generasi muda yang bisa diandalkan dan dibanggakan. Karena masa muda itu adalah masa yang masih memiliki semangat yang tinggi terhadap Bangsa maka dari itu pemuda Indonesia bangkitlah dan jadilah generasi muda yang membanggakan.
Sebagai pemuda Indonesia dan sebagai penerus bangsa maka kita harus menjadi pribadi yang cerdas, memiliki etitude, pandangan yang baik, pikiran yang positif, akhlak dan kesopanan yang tinggi, keyakinan, dan rasa cinta terhadap Nusa dan Bangsa. Agar Negara Indonesia ini lebih maju dan memiliki generasi yang terbaik untuk meneruskan kehidupan Negaranya dan mempu memimpin Negara nya kelak. Karena untuk meneruskan semangat dan rasa Nasionalisme butuh rasa yang tulus dan kepercayaan yang tinggi terhadap apapun yang akan dihadapinya kelak.







NOVI APIK PRATIWI PUTRI

15410256/3F

Tidak ada komentar:

Posting Komentar